(0721) 701418    info@umitra.ac.id

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MITRA INDONESIA

Detail Berita

Debat Bahasa Inggris, UMITRA Targetkan Masuk Tingkat Nasional

  • Published on 29 April 2019
  • |
  • Poosted by Admin

Bandar Lampung -- Kehebatan mahasiswa Universitas MITRA Indonesia (UMITRA Indonesia) berdebat menggunakan Bahasa Inggris diuji pada seleksi National University Debating Championship) dikampus UMITRA Indonesia, sabtu (27/4).

Ketua panitia kegiatan NUDC UMITRA Indonesia, Tyas Desita Wengrum.,M.Hum didampingi presiden BEM UMITRA Indonesia Adityo Darmadi mengatakan, NUDC merupakan even debat Bahasa Inggris bergengsi, pesertanya adalah kalangan mahasiswa.

Even ini digelar secara berjenjang, mulai tingkat kampus, lalu tingkat Regional dan kemudian tingkat nasional dan internasional.

“Antusias peserta NUDC tingkat kampus UMITRA Indonesia sangat luar biasa, terbukti puluhan peserta dari 4 fakultas yang ada di UMITRA Indonesia ambil bagian berebut mendaftar sebagai peserta bahkan sampai menit terakhir sebelum dibuka masih ada mahasiswa yang mendaftar” ujar Tyas.

NUDC tingkat Kampus UMITRA Indonesia berlangsung satu hari di ruang Pusat Karir, Hubungan Internasional dan kemahasiswaan UMITRA Indonesia, dengan juri Destroprani Brojonnoto.,M.Pd dan Adhi Nurhidayat.,M.Si.

Tim juri nanti akan bekerja keras menyeleksi peserta NUDC hingga diperoleh 10 orang terbaik dan diseleksi kembali untuk mendapatkan 3 best talent.

“Sepuluh terbaik itu, akan masuk ke fase pelatihan selama tiga bulan. Kita bina untuk nantinya kita dapatkan tiga orang terbaik,” lanjut Tyas.

Tiga mahasiswa terbaik itu terdiri dari dua ‘debater’ (pendebat) dan seorang ‘adjudicater’ (juri).

Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UMITRA Indonesia yang diwakili oleh Kepala Pusat Karir, Hubungan Internasional dan Kemahasiswaan, Arie Setya Putra.,S.Kom.,M.T.I, saat membuka acara menyambut baik even ini sebagai bentuk kaderisasi mahasiswa.

"Saya menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Dengan adanya seleksi seperti ini dapat memicu minat mahasiswa meningkatkan skill untuk mampu bersaing di era globalisasi yang menuntut ketrampilan bahasa Inggris," pungkas Arie (Agus/rls)